Got My Cursor @ 123Cursors.com
Lusii In God: Jangan Pernah Takut Sedih, Takut Patah Hati, atau Takut Kesepian

about me

my quote
I just see everything in front of, and grateful. I do not believe in coincidence, because after all is the plan of god. may be difficult for me to trust someone fully, as I know only god who can I believe, but I believe one day I'll met you in person I can fully believe it.

Selasa, 25 Oktober 2011

Jangan Pernah Takut Sedih, Takut Patah Hati, atau Takut Kesepian


Ada seorang cewek yang memutuskan untuk meninggalkan Tuhan demi cowoknya yang telah  bersamanya selama 5 tahun terakhir. Saat ditanya alasanya dia bilang kalau itu karena rasa cintanya yang teramat besar pada kekasihnya itu. Sekilas tampaknya dia emang begitu mencintai pasanganya, tapi tau gak sebenarnya dia hanya mencintai dirinya sendiri ? Kenapa? karena dia lebih mementingkan rasa senang yang akan dia dapat dan menghindari rasa sedih dan kesepian kalo dia harus pisah dan patah hati.

Dalam banyak hal lain, kita juga sering tanpa sadar mengabaikan Tuhan, bahkan meninggalkan Dia dengan alasan demi pekerjaan, demi teman, bahkan demi orangtua, padahal sebenarnya itu cuma demi diri kita sendiri. Makanya, jangan heran kalo ucapan Tuhan mungkin agak “kejam”. Apa Tuhan minta agar kita membenci keluarga kita ? Bukan, ini bicara soal prioritas. Kalo demi urusan pribadi kamu lantas bisa menomorduakan Tuhan, kamu belum pantas disebut murid-Nya!
Bagi sebagian orang, mematuhi Tuhan dianggap sebagai pilihan. Padahal, kalo dilihat lebih mendalam mematuhi Dia harusnya adalah satu-satunya cara untuk hidup. Peraturan dan ketetapan yang Tuhan buat adalah buat melindungi manusia dari celaka dan maut, sebab upah dosa adalah maut. Mengasihi Tuhan itu berarti mematuhi perintah-Nya, tanpa kecuali (Yoh 14:15). Meskipun sulit, berat dan sakit, percayalah bahwa Dia akan kasih kekuatan untuk menanggung segala sesuatu.

Dunia mengajarkan kita buat mencintai dan mengasihi diri sendiri. Yesus enggak bilang kasihilah dirimu sendiri, titik. Tapi, Dia bilang, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kasih pada diri sendiri harus sama besarnya sama kasih kita pada sesama. Tapi itupun bukan kasih kita pada sesama. Tapi itu pun bukan kasih yang terbesar. Sebab tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih seseorang sahabat yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Yup, Yesus udah berikan kasih yang terbesar yang pernah di berikan, jangan sampai kita lantas menomorduakan Dia hanya karena takut sedih, takut patah hati, takut kesepian, dll. Jadikan Tuhan Yesus dan perintah-Nya sebagai satu-satunya panduan hidup kita. Itulah bukti kasih kita kepada-Nya dan itulah kasih yang Tuhan minta kepada kita.

Bacaan Hari ini : (Lukas 14:26)
“Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”


3 komentar: